Sebuah Tamparan Untuk Diri Sendiri Karena Gengsi Bertanya

Feb 03, 2016

Mau Bertanya Nggak Sesat di Jalan

Hallo.. Selamat pagi Adjie Lovers!! Nampaknya gua harus melakukan semedi lagi untuk mencari nama bagi para fans yang tepat dan nggak norak. Adjie Lovers kayanya udah nggak relevant lagi ya, atau mungkin ganti Adjie Holic? atau Adjie Mania? Atau Adjie Sedunia? Astagaa.. Kasih solusii dong gais..

Namun, lupakan sejenak soal itu deh. Pada kesempatan yang baik ini, dalam kondisi sadar dan waras, serta perut telah terisi nasi telor khas burjo sebelah, gua akan menuliskan pengalaman yang agak njelehi dan njijiki, hahaha… Lo tahu nggak maksud dua kata tersebut? Kalo nggak tau, jika lu punya temen orang Jawa, coba deh tanya, dan bila sudah ketemu jawabannya, tuliskan di kolom komentar dibawah, yang berhasil akan mendapatkan hadiah foto bareng sama gua. 😛

Kali ini gua mau nulis artikel lagi, tentang curhat, iya curhat ( nasib jomblo, curhat cuma bisa sama laptop 🙁 ). Tapi jujur aja gais, sebenernya gua males nulis artikel ini. Ya bagaimana nggak, lawong ini aib gua. Ini tentang salah tempat doang padahal. Tempat bagi seseorang yang dibedakan dengan suatu alat saja, huahahaha. Gua bakalan ceritain aib satu itu, namun tolong lu janji nggak usah yang namanya cerita-cerita sama temen-temen lu, apalagi bikin twit ngetag gua, hambok pleasee.. jangan ya. Janji kan?

Ini kejadiannya beberapa hari yang lalu, ketika perjalan pulang kampung dari Yogya menuju Kudus, iya Kudus itu tempat lahir gua. Pada saat itu gua pulang berdua dengan teman, yang memang dia juga tinggal se-kota denganku. Perlu gua ceritain seperti apa dia? Kurus, kulitnya agak item brangus, rambut dibilang keriting kagak, luris apalagi. Suasana agak gerimis, dan kita naik motor serta gua bonceng gais, hahaha lumayan 180 Km lho. Capeknya 2 malam belum ilang juga. 😀

Perjalanan di jam-jam awal dapat kami lalui dengan lancar. Namun masalah timbul ketika mulai masuk di jalan Ambarawa. Jalan ini kiri-kanan hutan semua, tiada Indo*aret apalagi Al*amart, padahal dua bangunan itu biasanya selalu ada dan berdampingan. Gua heran, jangan-jangan dua toko tersebut sudah tunangan? -,-”

Gua ngomong sama temanku tadi yang lagi konsentrasi mengendarai motor “Bro, ada sesuatu yang pingin keluar dari pusaka gua”. “Ha? Pusaka apaan?” dia menjawab. “Gua kebelet pipis bro”. Dan kampret, benar dugaanku , dia tertawa ngakak. “Wkwkwkwk… Gak ada pom bensin di sekitar sini bro, masih jaaauuhhh” “Lu mau kencing di pinggir jalan?” tanyanya. Dan gua jawab, nggak, karena jujur aja walaupun muka gua berantakan dan nggak laku-laku begini, gua pantang kencing sembarangan, tapi kalo masih bisa nahan sih.

Sepanjang perjalanan elu bisa bayangin sendiri kan? gua nahan kencing sakit sekali. Apalagi saat motor yang gua tumpangi melewati jalan yang berlubang, naudzubillah..rasanya seperti membawa bom atom di selangkangan!. Mata gua terus menerus memantau kiri dan kanan jalan. Berharap ada tempat yang bisa dibuat untuk buang air. Selama lebih dari 45 menit gua menahan keran air ini, akhirnya pada arah jam 12 terlihat bangunan warna merah dengan tertulis merek perusahaan minyak milik BUMN.

Akhirnya.. “Bro, di depan ada Pom bensin, berhenti! Mayday! Mayday!” kata gua ke temen. Tanpa berfikir panjang, gua langsung cari dimana tuh toilet. Setelah ketemu tulisan TOILET, gua langsung aja masuk. Dan alamaaakkk!! di dalam toilet tersebut ada banyak emak-emak. Ada yang lagi dandan di depan kaca, ada yang baru keluar dari WC-nya. Dengan reflek gua langsung tutup pintu toilet lagi. Bajigur.. ternyata itu toilet wanita. Keluar salah satu ibu-ibu dan dengan bando warna pink, berlogo Hello Kitty menampar wajah saya, dan berkata “Kurangajar lu”. Nggak keras memang tamparannya, namun malu-nya itu lho. Runtuh rasanya harga diri ini. :'(

Namun gua gak pikirin itu terlalu lama, gua langsung masuk ke toilet satunya dan gua keluarin seluruh beban ini. Mungkin kira-kira jika saya mau ngukur, ada satu galon kali yak, wkwkwkwk. Pyuhhh…rasanya lega banget. Ternyata buang air itu salah satu nikmat Tuhan yang harus kita syukuri.

Setelah buang air, gua amatin sekitar dulu. Berharap yang pakai bando pink tadi sudah nggak ada, hahaha takut kena The Second Tabok. Setelah yakin aman, gua dan temen lanjutin perjalanan, dan syukurlah kami sampai dengan selamat. Dari sedikit cerita nggak jelas diatas dapat gua ambil sebuah pelajaran, bahwa jangan gengsi untuk bertanya, bahkan untuk situasi genting sekalipun. Bukan hanya bertanya alamat ketika kita tidak tahu jalan. Namun bertanya atas semua hal yang membuat kita ragu sebelumnya. Ketika kamu bingung dengan fitur-fitur Bank BNI misalnya, kamu bisa tanya lewat twitter dengan tagar #AskBNI. Agar kamu tak salah melangkah. Betul?

Sebagai penutup gua berikan quote dari bang Haji dalam lagu yang berjudul Darah Muda, begini ” Waspadalah dalam melangkah, Agar tidak menyesal akhirnya “. Demikian, semoga bisa ambil pelajaran dari cerita singkat saya, mohon maaf jika ada kesalahan. Mari budayakan Mau Bertanya Nggak Sesat di Jalan #AskBNI.

Adjie Purbojati

Innovation Enthusiast

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.